Catatan Amatiran

Halo halo halo…
Happy holiday everybody🙂

Memutuskan menikah bagi wanita mungkin sama dengan ketika ia memutuskan menggunakan hijab, berkerudung. Meski ia bayangkan betapa sulitnya, gerahnya, ribetnya; Meski ia sadar prilakunya masih jauh dari syariat agama; tetapi sekali kerudung melekat di kepala, ia takkan sudi melepasnya. Karena ia telah jatuh cinta. Karena kerudung tak hanya bermakna penutup kepala.

Apa yang membuat wanita memutuskan untuk menikah?

Ya… macam-macam. Bisa karena:
o> Bapaknya sering bertanya kapan ia pulang membawa teman
o> Ibunya rajin mengingatkan bahwa kawan-kawan sepantarannya tak lagi ada yang melajang
o> Kakak wanitanya bertanya “kamu dekat dengan siapa?”
o> Kakak lelakinya bekata kamu sudah cukup usia
o> Lalu temannya datang mengenalkannya dengan seorang pemuda
o> dan ia suka
Baca entri selengkapnya »

Right here right now, you are not supposed to write.
Today is an exception, I’ll make it short. OK?

***

Hari ini, pagi ini mbak wik menikah.

Dulu…
di masjid sebelah rumah, di kebun belakang rumah, di jalan saat sama-sama menggoes sepeda. Atau saat berkonspirasi menyusun rencana-rencana “kejahatan”
As if it is yesterday…

Super bangal tapi tapi pintar. She is my friend ever since I can remember.

Dan hari ini, pagi ini, ia menikah.

Semoga Allah memberkahi ia dan suaminya, dan melimpahkan berkah kepada keduanya dan menyatukan mereka berdua dalam kebaikan. Allahuma Amiin.

Hayo tolong disimaaak, wanita 25 tahun mau berceritaa… 😀
I don’t like this joke.
It really isn’t joke. It is fact.

Melakukan kesalahan?
Biasaaa. Semua orang pernah. Yang tak pernah salah adalah malaikat.

Membela diri atau…?
Perasaan bersalah itu seperti asap rokok, berputar-putar membuat sesak. Perasaan bersalah itu seperti “hantu”. Hitam, seram, mengikuti di belakang.
Baca entri selengkapnya »

Beberapa jam menuju 1 Ramadhan 1431 H

Jalan Allah adalah jalan yang lurus, jalan kebenaran, jalan yang mulia, jalan yang ujungnya adalah surga.
Jalan Allah adalah jalan yang bersih sempurna tak ada cela.

Kita ada di jalan mana?
Apakah sama orang berdosa dengan yang bertakwa?
*sigh

‘ala kulli hal,
Alhamdulillah, kita telah sampai pada Ramadhan (lagi).
Semoga pada satu kesempatan ini, kita menjadi manusia yang lebih baik. Amiin.

Sungguh sebaik-baiknya diantara kamu di sisi Allah ialah yang paling bertakwa.”*

Heh… menjadi takwa? Niat sih ada… tapi amal perbuatan kok begitu-gitu saja…??

Ramadhan ini, semoga Allah mengasihani kita… atas kelemahan atas aib don dosa.
Semoga Ramadhan yang penuh berkah Allah memegang jiwa kita, menyeret kita pada jalan yang lurus, untuk menjadi orang yang bertakwa. Selama-lamanya.
Amiin ya Rabbal ‘alaamin

(lgtersinggungdanpenasarandgsindiranustadzabuusamah
“RamadhannggakkhatamAlqur’an?kemanaaja?”)

———————–
* arti dari Al Qur’an Surat Al-Hujurat, ayat 13

Cinta itu sederhana, sesederhana mengedipkan mata.

Sudah dari sananya mungkin ya, sudah ditetapkan oleh Allah ta’ala sebagai fitrah, bahwa seorang ibu selalu pengasih pada anaknya. Rela berkorban nggak kira-kira.

Bila kita lihat sedikit lebih cermat, seorang wanita yang telah melahirkan anak tak lagi sama dengan dirinya yang dulu, yang single. Setidaknya saya melihat begitu. Tetangga, sahabat, teman dan atasan saya setelah melahirkan anak pertama, mereka berubah seperti menjadi manusia baru, manusia yang lain berbeda.
Baca entri selengkapnya »

Amiss

Posted on: Juni 30, 2010

> Ada apa?
>
> Tidak ada
>
> Ada masalah?
>
> Tidak ada
>
> Kenapa?
>
> Tidak ada
>
>
>
>
>
> Tidak ada
> Tidak ada
> Tidak ada
>
>
>
>
>
> Semuanya baik-baik saja.