Catatan Amatiran

Archive for the ‘3. Peristiwa’ Category

Kakak Beradik

Posted by: purna on: September 16, 2009

Adakah satu rumah yang dihuni oleh kakak dan adik, yang tak pernah berpolemik? Ada, disana, sebuah “negeri” bernama Surga.
Eeeh di dunia?? Hehe, Iya Ada, di rumah yang adik dan kakak, bersama-sama menyimak apa kata orangtuanya.
Mengapa kakak dan adik suka bertengkar?
Bukan suka, hanya sering.

Ramadhan 1430

Posted by: purna on: Agustus 19, 2009

Halo.. Hai..
====================
Yapp, Ramadhan 1430 Hijriyah insyaAllah akan datang sebentar lagi, dalam hitungan hari.
Menyenangkan. Ramadhan memang selalu menyenangkan. Bagaimana tidak, kita berpuasa bersama-sama, beribadah bersama-sama, disepanjang hari dan malamnya dibelenggu para syaitan, disepanjang hari dan malamnya datang berkah dan ampunan, yang belipat dan berlipat.

Mudik asik…

Posted by: purna on: September 26, 2008

Ganti kulit, yang nuansa ceria. Senang sih, mau mudik.
Mudik lebaran,
Yang menyenangkan:
1. Berkumpul dengan orang tua, kakak dan keluarga
2. Makan enak (karena bu’e yang masak)
3. Tidur nyenyak
4. Udara segar
5. Main main sama ponakan
6. Silaturahin ke rumah saudara-saudara, sekalian kuliner
7. Reunian sama teman waktu kecil –mengenang masa muda
8. Pakai baju baru
9. Dan masih banyak [...]

Romeo and Juliet di Rumahku

Posted by: purna on: Agustus 7, 2008

Tahun 2006:
(kira-kira begini)
Sang “Juliet”, sendiri di kamar, sedang merapikan isi lemari, aku datang menghampiri, tidak membantu hanya menemani. Diantara yang berserakan, kupungut selembar gambar. Gambar dua orang tersenyum berlatar belakang air terjun dan pepohonan. Meski gambar jadul -di dalam gambar, mereka tampak jauh lebih muda dari yang sekarang- tapi bisa kukenali, jelas bisa. Bagian bawahnya [...]

Per-Timbangan

Posted by: purna on: Juli 6, 2008

Bising, seperti biasa.
Bis merayap, seperti biasa.
Duduk melihat pemandangan pinggiran jalan, seperti biasa.
Merenung, seperti biasa.
Temanya tentang hidup, juga seperti biasa.
Ketika kecil, ingin segera besar. Kelihatannya (waktu itu) menjadi anak besar adalah menyenangkan; bebas, takkan dipaksa tidursiang oleh Bunda.
Waktu SMP, ingin segera SMA. Menjadi SMA enak, seragamnya bagus, putih abu-abu, kelihatan dewasa, berwibawa, dan kalo mau pacaran [...]