Saya lengkapi lagi “Tentang Purna” nya.
Saya diberi nama Purnawati, kalau Nama panggilannya sih macam-macam, tergantung selera si Pemanggil. Biasanya Pur, atau Purna.
Saya lahir pada 14 Jumadil Awal 1406 H atau 25 Januari 1986 tahun masehi, lahir di rumahku sendiri (Sebenarnya rumah orang tua, tapi selalu tak sebut rumahku), di sebuah desa kecil, di provinsi Lampung. Lampung danya di ujung selatan pulau Sumatra.
Memang saya lahir di Lampung, Ibu saya juga lahir di Lampung, tapi “kahanannya” leluhur saya adalah dari daerah Jawa Timur. Kakek nenek saya, baik dari pihak bapak dan ibu adalah asli Ponorogo, Jawa timur.
Saya dibesarkan oleh bapak ibu yang tangguh… yang hebat sedunia…
Saya, sampai sekarang (waktu nulis ini) masih bungsu. Punya 2 kakak, 1 perempuan 1 lelaki. Punya 2 keponakan, (urun 1 dari masing-masing kakak), dua-duanya wanita.
Lulus SMA tahun 2004, lalu merantau ke Jakarta. Di Jakarta maunya kuliah, beberapa kali ikutan tes masuk PTN (yang murmer/geratis) tapi ditolak. Jadi ku putuskan kerja saja.
Berbeda dengan saat melamar untuk jadi mahasiswi, melamar menjadi seorang pekerja saya cenderung diterima. Di Jakarta, saya sudah beberapa kali ganti pekerjaan, pernah jadi Sales Marketing, pernah jadi Receptionist, pernah jadi tenaga Admin, Liaison Officer, yang terakhir, sampai sekarang saya selami adalah “Jabatan” Panel Management, di perusahaan Rating TV, AGB Nielsen Media Research.
Ya begitu, cerita dari lahir sampai 22 tahun Kelihatan memang singkat.
Tapi akan quite complicated kalau anda melihat apa yang saya lihat, mendengar apa yang saya dengar, dan merasa apa yang saya rasa.
Hal yang paling saya banggakan, yang selalu membuat saya terharu selama 22 tahun usia saya adalah bahwa saya selalu dikelilingi manusia-manusia bersayap, yang baik hati luar biasa. Semuanya, mulai dari ibu, bapak, keluarga, Teman-teman bermain, teman-teman sekolah, teman-teman kerja, tetangga-tetangga, semuanya, semua mua orang selalu Baik Kepadaku. Hebat… Hebat Luar biasa. Semoga Allah ‘azza wa jalla membalas kebaikan mereka semuanya, dengan balasan kebaikan yang berlipat-lipat. Amiiin.
Terimakasih kepada Allah Yang Maha Baik.
Yang memberi rahmat dan nikmat tak terhitung jumlahnya.
Alhamdulillah.
Harapanku, keinginanku, cita-citaku adalah bahagia dunia akhirat, dengan menjadi muslimah yang hanifah, yang istiqomah, dan (kelak) mati kusnul khatimah. Semoga Allah swt memperkenankan. Amiiin.
asallamuallikum
luar biasa. saya juga anak lampung, ibu danbapak saya juga dari jawa. aku pengen kenal ma kamu, boleh, saya juga di jakarta. kirim Email ke aku ya her_keren@yahoo.co.id
wasallam
@ 1 & 2
Terimakasih banyak
@ her
Wa’alaikumussalaam
kenalan dengan senang Hati.
Saya sudah kirim email
lho.. sejak kapan mas purna dari purnarogo jadi purnawati .. heheh..
heran koq teman2 banyak yang nama dan kondisi hidupnya mirip ya ..
salam kenal purnawati …
wah menarik sekali ceritanya….
oiya btw purbolinggonya daerah mana ???
ha ha ha….
no comment.
soal rasa tidak pernah menengok kata “keren”
wah wordpress-mu ini diary-mu to…
lha trus piye pur?
aku malah ra faham…
bukan begitu! mungkin saya kurang pinter membaca atau terlalu bagus susunan katanya dan ketinggian buat nalar cerna saya. …
so ngapuntene … , lain kali tak usahain nyerdasin diri, dongane wae.
Dengan atau tanpa nama sama saja. Bayangkan saja hamba yang item, kecil, (bkn semut), kumel,dekil (tapi tidak najis) n so on yang pernah anda tatap wujud raganya, pasti Allah merasa iba nunkasihan dan segera mengabulkan doa anda. amin…
selamat mencoba n hatur thank u
salam,
ko ga pernah nyemplung lagi, klewat sibuk ya?
camus?
harus B. Arab… WHY?
special, kaya menu di camus nih!
sebenarnya saya yang lebih pantes untuk dimintakan sesuatu dari_NYA. HIDAYAH, MAGHFIRAH, RIDHA. suer…
(pake bahasa apapun, masa Tuhan ga faham).
beneran nih…… ana serius ukhtii. syukron
pur kamu memang orang yang beruntung syukurilah apa yang telah kamu dapatkan dan capai sekarang smoga cita2 kamu terkabul
kadang kita melihat resiko kegagalan terlalu besar, sehingga menghalangi penglihatan, bahwa dibalik itu ada sebuah kesuksesan yang menunggu kita datang. purna, kau sudah buktikan bahwa batu-batu besar dihadapanmu bukanlah halangan, tetapi menjadi sebuah pijakan untuk menuju masa depan yang lebih baik. pengalamanmu, akan menjadi inspirasi bagi banyak orang yang berusaha menjadi pribadi tangguh dan sukses.
masak manusia bersayap, lha wong kata dewi lestari malaikat saja kadang tak bersayap???
——
Ah, Nggak percaya sama Dewi Lestari.
jangan jelek-jelekin nama ue ya
——
Namanya sama ya
Amiin,,
mudah2an qta juga diberi kesempatan untuk membahagiakan orang2 disekitar qta..
Amiin ya Rabbal ‘alamiin…
kok jadi Ziin neng?
hehe, bukannya di YM juga ad ziin’y ya dri Nihayatuz Ziin..
\^.^/ Barakallah y ka…
@ ziin
di YM tampilanku munculnya yang –NoFanzNo, hehe…
September 9, 2007 pada 3:14 am
amin amin