Posted by: purna on: Agustus 28, 2011
Memutuskan menikah bagi wanita mungkin sama dengan ketika ia memutuskan menggunakan hijab, berkerudung. Meski ia bayangkan betapa sulitnya, gerahnya, ribetnya; Meski ia sadar prilakunya masih jauh dari syariat agama; tetapi sekali kerudung melekat di kepala, ia takkan sudi melepasnya. Karena ia telah jatuh cinta. Karena kerudung tak hanya bermakna penutup kepala.
Apa yang membuat wanita memutuskan untuk menikah?
Ya… macam-macam. Bisa karena:
o> Bapaknya sering bertanya kapan ia pulang membawa teman
o> Ibunya rajin mengingatkan bahwa kawan-kawan sepantarannya tak lagi ada yang melajang
o> Kakak wanitanya bertanya “kamu dekat dengan siapa?”
o> Kakak lelakinya bekata kamu sudah cukup usia
o> Lalu temannya datang mengenalkannya dengan seorang pemuda
o> dan ia suka
Apa yang membuat wanita memutuskan untuk menikah?
Beberapa pekan lalu, saya menanyakan kepada seorang teman tentang apa yang membuat ia memutuskan menikah. Ia menjawab “takut mati”
Saat saya probing, karena ketika itu saya kurang mengerti apa relevansi takut mati dengan pernikahan, iapun menjelaskan panjang lebar dengan penuh semangat. Yang intinya kalau suatu hari malaikat datang mencabut nyawanya, ia ingin statusnya sudah menikah. Sudah menunaikan ibadah separuh agama.
Apa yang membuat wanita memutuskan untuk menikah?
Allahlah yang paling tau hal ikhwal yang ada dalam diri manusia, fitrah manusia, kebutuhan manusia, kecenderungan manusia. Iya tentulah… karena Allah SWT adalah pencipta manusia. Maka bila Allah menetapkan menikah sebagai syariat, pasti di sana ada maslahat untuk manusia.
“Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir” *
Bila dulu memutuskan berjilbab adalah keputusan yang sangat disyukuri, maka semoga keputusan untuk menikah adalah hal yang takkan pernah disesali.
Bila berjilbab adalah proses belajar, maka menikah nantinya juga belajar dan belajar dan terus belajar. Sedikit demi sedikit berusaha menjadi lebih baik. Iya…, meski hanya mampu belajar sedikit. Dengan sedikit itu, semoga Allah memberi ridho atas hambanya yang berusaha. Bismillah.
——
* Q.S. Ar Ruum, 030:021