Catatan Amatiran

Mudahnya Sulit

Posted by: purna on: Juni 7, 2009

Di suatu sore yang sejuk :

A: Nduk, aku wis bikin SIM

B: Oh ya?? <pasang expresi antusias>

A: Huuuuuu… sejak satu bulan lalu malah, makanya aku pengan banget di cegat polisi, Nanti kutunjukkan semua surat-suratku, LENGKAP!!! <dg mata nyala berbinar>

B: Jadi nggak kaya dulu ya bun, sekarang kalau kemana-mana nggak takut sama polisi?

A: IYYA NOOO…

B: Sepp, kok sukses gini, tesnya apa gampang?

A: Ah nggak tau, wong nembak
_____________________________

Melaksanakan kewajiban ya, kadang rasanya berat. Berat yang kalau dipikir-pikir tidak masuk akal.

Kita mungkin akan sepakat bahwa imbalan dari tertunaikannya kewajiban adalah kebebasan, bahkan bisa lebih dari itu, yaitu rasa percaya diri, ringan, dan bahagia. Tapi inipun sering belum cukup menjadi motivasi tunainya seluruh kewajiban. Padahal saat kewajiban belum terlaksana, rasa cemas menghinggap di sudut-sudut kepala. Bila sudah lewat tenggat waktu, rasanya menyesal. Tapi sesal hanyalah sesal biasa. Sebentar menyesal, sebantar lagi diulang.

Solusinya?
Diantara banyak cara, salah satunya (bisa) seperti ini:
Pada dasarnya, hal apapun bila dikakukan dengan terpaksa akan terasa sulit. Begitu juga sebaliknya, banyak hal akan lebih mudah bila dikerjakan dengan rela dan bahagia. Jadi ayo kita tunaikan kewajiban dengan rela dan bahagia.

Apalagi kalau sampai bisa menjadikan hal kewajiban itu sebagai hoby. Hebat… Seorang pelajar hobynya belajar, seorang guru hobinya mengajar, seorang interpreter hobynya menerjemah, seorang marketer (?) hobynya jualan, seorang penjahit hobynya membuat baju, seorang ibu rumah tangga hobynya menjaga anak-anak. Dan -seandainya- seorang purna hobinya: beribadah kepada Alllah subhanahu wata’ala. (keren, amiin)

Banyak hal terasa sulit hanya pada anggapan kita. Buktinya dulu kita pernah sukses dan mampu melaksanakan kewajiban yang berat, atau malah luar biasa berat. Jadi tha seharusnya tidak ada namanya difficult to do easy things . Ya kan?

1 Tanggapan ke "Mudahnya Sulit"

saya punya pertanyaan. kenapa harus ada KEWAJIBAN?

——-
@cahmasandi,
Wah, saya kurang tau tepatnya, mungkin kewajiban ada untuk mendorong kita menjadi manusia yang lebih baik, bertanggungjawab dan dapat dipercaya (dasa darma pramuka :D ) Wallahu’alam.

Tinggalkan Balasan