Posted by: purna on: Juni 14, 2008
#Preface# Suatu hari di ruang virtual:
X: … islam itu kaku
Y: gak!!! islam gak kaku
Z: kata siapa islam kaku?
Z: kalo ga ngerti ga usah bicara
X: … harus terima bahwa Islam itu memang sebuah sistem yang kaku, perintah shalat itu kaku kok, jadi kalian itu dipaksa buat sholat
Z: ga dipaksa, islam itu tidak memaksa
X: ya islam itu kaku karena semuanya adalah paksaan
——————————————————————
Tebak, mana yang benar X atau Y? kaku atau tidak kaku?
Wallahu ‘alam
Satu pokok pikiran bila diletakkan dalam 2 kepala manusia, lalu dua manusia itu sama-sama menuangkan dalam 1 karangan (atau 1 kalimat) maka hasilnya akan berbeda. Ya, karena masing masing orang memiliki cara berbeda dalam mimilih kata. Berbeda pilihan kata sebagai perwakilan dari apa yang ada dalam pikiran, berbedalah pula kalimatnya.
Kabarnya cara seorang memilih kata dalam berkalimat menggambarkan perasaanya, kecerdasannya dan sikap keperibadiannya.
Misal:
saya mengatakan: memasak adalah hal yang sulit,
maka berarti saya tidak pandai memasak,
Saya mengatakan x3-2×2+x=12 adalah perkara yang mudah untuk dipecahkan,
maka artinya meski ndak pandai memasak akan tetapi saya cerdas (
, misaall, misaall!!!)
Bagaimanapun, kekacauan dalam pemilihan kata sering menimbulkan salah pengertian. Sering terjadi bukan, seseorang telah memaparkan sesuatu yang (menurutnya) sudah jelas dan gamblang, tapi lawan bicara masih belum get the point, atau mungkin mengartikan yang sebaliknya. ya betapa kesalahan berbahasa dapat menciptakan perselisihan, permusuhan, perkelahian, perdebatan…per…per… (apa lagi ya hhmm… peraturan > salah, perkampungan > salah, perjalanan > salahhh!!!!)
lebih dari itu, sebenarnya, keharmonisan berbicara akan jadi baik, lebih besar bila disuport oleh kepositifan dalam berasumsi.
——————————————————————–
A: Meja kerjamu kulihat selalu bersih dan rapi deh
B: kau nyindir ya, maksudmu aku datang ke kantor cuma duduk-duduk aja, santai-santai aja, Nggak ngerjain apa-apa gitu, maksudmu aku cuma chatting aja, googling aja, nggak peras keringat gitu.
——————————————————————–
hehehe… “why not the best?”
Wallahu ‘alam
fur mati lampu yak? … gelap gulitak ![]()
———–
hehehe… Pemadaman bergilir kak.
asyik banget isinya…….
sederhana penampilannya…
bermakna dalam…..
he…he…..
salam kenal…..!
———
ee bapak bos Yojo.
Iya deh refresh. Salam kenal kembali pak Tris, Tengkiu ya mau komen disini.
Juni 26, 2008 pada 12:19 pm
kata orang juga ” bisa karena bahasa”*
*orang gendeng_ hehe.com