Posted by: purna on: November 17, 2007
Kemarin, 16 November 2007, ada seseorang, bertanya tentang masa depan. Begini kira-kira pertanyaannya “ Purna, bagaimana kau memikirkan masa depanmu?”
Wah… “Deg” aku langsung gelagapan.
![]()
Nggak tau, pertanyaan sepele begitu kok kemarin rasanya sangat menyinggung. Tiba tiba membuat perasaan jadi nggak enak.
Lalu aku coba me-review, bagaimana selama ini aku berpikirkan tentang masadepan. Apa yang sudah aku lakukan untuk masa depan?
Njawabnya aku to cuma meringis. Pura pura tenang.
Sebenarnya dari dulu aku sudah belajar mereka-reka rencana masa depan. Malah belajar buat life mapping, what to do list mbarang. Aku buat mulai dari target apa yang musti aku lakukan setiap harinya, target bulanan, tahunan lengkap dengan hasil akhir.
Hehe…
Sampai sekarang aku masih simpan life mapping*ndeso*ku itu, meski aku sudah lupa apa judul buku yang kubaca dulu kok sampe aku tergugah membuat-buat life mapping segala. Menurut life mappingku itu, November tahun 2007 ini targetnya aku sudah persiapan untuk wisuda, jadi sarjana.
Hahaha…
Ya Allah…
Fresh graduate, dari SMA waktu itu aku nggak bayangkan, hidup bisa jadi sangat fluktuatif begini. Banyak kejutan, Banyak juga kejadian kejadian tidak diinginkan.
Tapi, meski tersesat jauh dari life mapping, aku tetap bersemangat. Kalau tidak bisa maju dan menyerang minimal belajar bertahan, sampai terlatih dan siap menghadapi berbagai kemungkinan.
Hmmm, Aku maksudnya mau menasehati diri sendiri, dan anda (kalu nggak keberatan
)
Never say give up, ketika semua tidak berjalan sesuai rencana. Karena hal itu biassaaaa banget. Kayaknya semua orang pernah mengalami.
Kalimat bijak yang pernah saya dengar gini :
“When one door of happiness closes, another opens; but often we look so long at the closed door that we do not see the one which has been opened for us”
that’s it…
paling sederhana tentang masa depan, ya saat ini kita lakukan apa yang paling baik saja, yang akan datang InsyaAlllah akan menyesuaikan.
Cip, Salam Sukses Semuanya…………………
>:d Love u so much :-*
>> 1. Brdr Madja
Belajar Bahasa Inggris Monggo, aku yo pingin pinter mbarang….
setuju, Life maping memang diperlukan, ia mengarahkan dan membantu kita menentukan langkah, ia mengingatkan tujuan, cita cita ingin menjadi apa sebenarnya kita.
tapi ya itu, kalau sesuatu terjadi di luar rencana, berasa banget kecewanya. sementara merevisi life mapping nyaris sama dengan mengaku kalah ( sulit
) harus berbesaaaaar hati.
Benar, tidak ada sukses yang tanpa halangan, tidak ada lulus yang tanpa ujian.
it’s great. Thanks a lot for the comments
.
>> 2. Kak Amel
# Blushing #
ada lulus yang tanpa melewati ujian.
Lulus Subagio (jenenge kancaku pas SMP)
ya… kapan2 tak tanya romo_simboe lulus, yen ktemu lan ora lali.
“SUKSES HANYA UNTUK ORANG-ORANG YANG BERANI”
November 18, 2007 pada 5:43 am
I think its important for us to make ‘life mapping’, but don’t be obsessed with it. Its just for our guidance and take it easy. I’m very happy, when i wake up in the morning there is no trouble in my life.
———————————-
Sorry, wong ndeso lagi latian boso enggres. He..he..
In my humble opinion:
Bagus kalo punya ‘life mapping’, tapi kita nggak harus menjadi apa yg kita petakan di awal, karena banyak kejadian yang tidak bisa kita duga mengiringi hidup kita. Seringkali kita harus merevisi peta yang telah kita buat, bisa jadi akan menjadi peta yang lebih buruk akan tetapi bisa jadi menjadi peta yang fantantis. May Allah Ta’ala make it fantastic. Amiin.