Catatan Amatiran

Apakah Shalat Subuh Kita Terlambat lagi?

Posted by: purna on: Desember 20, 2006

Tarbawi, edisi 145 Th. 8

21 Desember 2006

 

Apakah Subuh Kita Terlambat Lagi?

……

 

Sholat Subuh adalah Kekuatan.

Kekuatan yang hanya bisa didapatkan oleh orang-orang yang kuat.

Sholat Subuh adalah perlawanan.

Perlawanan yang hanya bisa dimenangkan oleh orang-orang yang kuat.

 

Subuh. Sepenggal waktu yang singkat. Tempat kita mengakhiri istirahat untuk segera bangkit memulai hari dan aktivitas. Udaranya sejuk, tapi kadang pula sangat dingin, memaksa kita merapatkan selimut untuk menambah jam tidur, membangkitkan kemalasan.

 

Tidur ketika subuh memang sangat nikmat. Kita mungkin akan sepakat bahwa semua orang merasakan sulitnya membuka kelopak mata di waktu itu. Apalagi bangun, mandi, keluar rumah atau memulai pekerjaan.

Berat, sangat berat.

 

Tetapi, ternyata dibalik rasa berat itu, Allah menawarkan kita banyak keutamaan, kebaikan, keberkahan, dan pahala sebagai ganti atas kesungguhan kita melawan berbagai kesulitan itu demi menghadap dan mengabdikan diri kepada-Nya.

 

“ dan (dan dirkanlah pula shalat ) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan ( oleh malaikat).” (Qs. Al Isra : 78 )

 

Rasulullah bersabda “ barang siapa yang shalat isya berjamaah maka sekan-akan dia telah shalat setengah malam. Dan barang siapa shalat subuh berjamaah maka sekan-akan dia telah melaksanakan shalat malam satu malam penuh.” ( HR. Muslim)

 

Jarir bin Abdillah ra menceritakan “ ketika kami tengah berada di sisi Nabi SAW, beliau memandang ke arah bulan purnama, lalu bersabda, “ Sesungguhnya kalian nanti akan melihat Rabb kalian sebagaimana kalian melihat bulan ini – atau kalian tidak akan kesulitan untuk melihat-Nya – jika kalian sanggup untuk tidak meninggalkan Shalat Sebelum terbit matahari dan Sebelum Tenggelamnya, maka Lakukanlah”

Kemudian beliau membaca ayat,

“dan Bertasbihlan dengan memuji Rabbmu sebelum terbit matahari dan sebelum tenggelamnya.” (QS. Thaha:30)

 

inilah keutamaannya, yang tidak akan diperoleh orang yang membiarkan matanya tetap terkatup kitika subuh datang. Yang membiarkan telinganya “tertutup” ketika adzan subuh Melantun Indah, yang membiarkan tubuhnya teriakat oleh tali-tali kemalasan.

Rugilah, rugilah orang yang tidak segera menjawab panggilan shalat Shubuh.

 

Memang, rasa-rasanya di zaman ini, entah dimana kita dapat menemukan orang yang kuat melakukan tahjud dan qiyamullail sepanjang malam, shalat yang rutin dilakukan Rasulullah hingga kakinya bengkak karena mengharap keutamaannya. Namaun, dengan karunia dan kemuliaan-Nya, Allah memberi kita pahala, hanya ketika kita melakukan shalat subuh dan isya Berjamaah. Betapa besar keutamaan ini, keutamaan yang sering kita Lupakan.

 

Kepada kita yang tiada pernah Henti mengejar dan Mengumpulkan Perbendaharaan Dunia, semua yang kita dapatkan tidak ada artinya disbanding dengan Shalat Subuh, Bahkan 2 rekaat sebelumnya saja, jika kitapun mau meluangkan waktunya sejenak, Rasulullah mengatakan, Lebih Baik daripada Dunia dan Seisinya.

 

Apabila dikumpulkan, harta benda manusia Seluruhnya, tidak akan Lebih baik dari Dua rekaat Shalat SUNAH Fajar. Tidak akan.

Ada yang harus Dirubah, ada yang harus diperbaiki,

Ash shalatu khairun minan naum……

Ash shalatu khairun minan naum……

 

Semoga Hidayah, selalu datang, memberi sinar pada hati kita, yang kerap hampa dan gulita.

2 Tanggapan ke "Apakah Shalat Subuh Kita Terlambat lagi?"

ya Allah qiyaam al-lail-kanlah hati dan akhlaq ku…
lupa dan teman-temanku.
aamiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin,

Tinggalkan Balasan