Posted by: purna on: September 16, 2009
Adakah satu rumah yang dihuni oleh kakak dan adik, yang tak pernah berpolemik? Ada, disana, sebuah “negeri” bernama Surga.
Eeeh di dunia?? Hehe, Iya Ada, di rumah yang adik dan kakak, bersama-sama menyimak apa kata orangtuanya.
Mengapa kakak dan adik suka bertengkar?
Bukan suka, hanya sering.
Posted by: purna on: Agustus 19, 2009
Halo.. Hai..
====================
Yapp, Ramadhan 1430 Hijriyah insyaAllah akan datang sebentar lagi, dalam hitungan hari.
Menyenangkan. Ramadhan memang selalu menyenangkan. Bagaimana tidak, kita berpuasa bersama-sama, beribadah bersama-sama, disepanjang hari dan malamnya dibelenggu para syaitan, disepanjang hari dan malamnya datang berkah dan ampunan, yang belipat dan berlipat.
Baca entri selengkapnya »
Posted by: purna on: Juni 7, 2009
Di suatu sore yang sejuk :
A: Nduk, aku wis bikin SIM
B: Oh ya?? <pasang expresi antusias>
A: Huuuuuu… sejak satu bulan lalu malah, makanya aku pengan banget di cegat polisi, Nanti kutunjukkan semua surat-suratku, LENGKAP!!! <dg mata nyala berbinar>
B: Jadi nggak kaya dulu ya bun, sekarang kalau kemana-mana nggak takut sama polisi?
A: IYYA NOOO…
B: Sepp, kok sukses gini, tesnya apa gampang?
A: Ah nggak tau, wong nembak
_____________________________
Baca entri selengkapnya »
Posted by: purna on: April 20, 2009
Hati-hati dengan perhatian, jika berlebihan, menakutkan, jika tidak memperhatikan, disebut mengabaikan.
Konon dikatakan seorang yang berbadan pendek/kecil cenderung ambisius. Mengapa?? Karena mereka kurang diperhatikan. Kok bisa??
Misalnya pada saat orientasi, 150 muridbaru berkumpul di hadapan satu orang guru, pertama kali, secara alami sang guru akan lebih memperhatikan murid yang fisikly menonjol, yang tinggi, yang besar, yang lebih nampak dimata. Baca entri selengkapnya »
Posted by: purna on: Februari 17, 2009
Telah sampai padaku, berita bahwa kita jangan mudah percaya dengan bahasa verbal manusia, khususnya orang Indonesia, apalagi suku Jawa dan Sunda (rasial ya?). Kebanyakan secara verbal, orang-orang ini sering menjenerikkan kata-katanya. Jadi tidak ngena, seperti tidak terus terang, tidak ”jujur” menyatakan kebenaran.
Sebagai contoh adalah: Jika seseorang secara tidak sengaja menginjak kaki orang lain,
Si penginjak berkata “wah!!! Maaf, maaf Mbak, tidak sengaja, bagaimana sakit ya?”
si Mbak sambail meringis menahan sakit menjawab: “ah, tidak apa-apa Bu”
Baca entri selengkapnya »